BISNIS RISOLES

Yummy risoles

Risoles makanan populer masyarakat Indonesia

Sejak lama, risoles menjadi salah satu makanan ringan favorit orang Indonesia. Isian risoles yang beraneka ragam membuat cemilan jenis ini fleksibel untuk dikonsumsi kapanpun. Pedagang risoles pun gampang dijumpai di pasaran. Mereka berlomba-lomba menawarkan risoles dengan beragam varian isi. Salah satunya adalah Jessika Fauzi dari Cimahi, Jawa Barat. Di bawah usaha Mamme ShooShan, ia menawarkan risoles dengan tiga lapis isian. Yakni krim di bagian dalam, susu full cream di lapisan kedua, dan keju yang melengkapi kedua lapisan itu. Risoles racikan Jessika ini dijual dengan harga Rp 4.500-Rp 5.000 per buah.

Untuk melebarkan sayap usahanya, ia pun menawarkan kemitraan. Kini usaha yang dirintisnya sejak Maret, 2012 itu sudah memiliki 22 cabang yang tersebar di Bandung, Sukabumi dan Bali. “Dari jumlah tersebut, satu gerai milik sendiri,” ujar Jessika. Bagi yang berminat menjadi mitra, Jessika menawarkan tiga paket kemitraan. Pertama, paket dengan investasi 15,5 juta. Mitra akan mendapatkan satu buah booth, pelatihan, dan bahan baku awal. Estimasi omzet sekitar Rp 3,5 juta per bulan. Kedua, paket senilai Rp 29 juta. Mitra akan mendapatkan dua booth dan semua perlengkapan seperti paket pertama. Estimasi omzet minimal Rp 7 juta per bulan. Untuk kedua paket ini, laba bersihnya 70% dan balik modal lima hingga enam bulan.

Jessika juga menawarkan paket master franchise. Paket ini hanya diberikan kepada mitra di satu kota. Mitra ini akan menjadi pemasok bahan baku untuk mitra-mitra yang berada diwilayahnya. Investasi master franchise sebesar Rp 90 juta. Dengan modal itu, mitra akan mendapatkan dapur produksi, izin usaha, satu booth dan pelatihan pembuatan bahan baku selama tiga minggu. Jessika menjanjikan, pada bulan pertama beroperasi, mitra akan mendapatkan omzet sekitar 35 juta. Setelah itu, mitra bisa mendapatkan omset lebih besar lagi, tergantung kondisi tempat dan peluang bisnis risoles di kota tersebut.

Margin keuntungan mitra yang mengambil paket ini sekitar 30% hingga 40% dari omzet. Mitra akan balik modal sekitar tujuh bulan, dan paling lambat satu tahun. Jessika tidak memunggut royalty fee kepada mitra. Namun masa kerjasama hanya berlaku satu tahun saja, setelah itu mitra harus memperpanjang kontrak. Biaya perpanjangan kontrak mulai Rp 10 juta hingga 20 juta. Dalam kemitraan ini, kantor pusat akan memasok bahan baku. Jessika juga kan membantu melakukan promosi.

Utomo Njoto, pengamat waralaba dari Franchise Technology menilai, pasar bisnis risoles cukup menjanjikan. Agar sukses, setiap pemain harus bisa menyajikan risoles dengan rasa yang enak. Bila didukung manajeman serta pemasaran yang baik, produknya pasti disukai masyarakat. Ia juga menyarankan agar calon mitra mempelajari tawaran kerjasama Mammee ShooShan. “Terutama target omzet, itu sesuai kenyataan atau tidak.” kata Utomo.
Mammee ShooShan,
Jl Raya Baros No.57 Cimahi, Bandung, Jawa Barat
Hp:081809801327

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s